June 4th, 2012
seperti pikiran, sejenak aku ingin mengistirahatkan hati.
sebelum kembali merasakan patah ~
saat dimana pesan kamu tak lagi sampai ke ponsel saya, dan senyum kamu sudah dibagi bersama senyum yang lain, saya tahu kamu sedang mengajarkan saya bagaimana caranya melupakan kenangan; dalam diam.
aku lelah berpura-pura kuat!
aku rapuh!
ya, aku tak sekuat itu :’)
raut mataku bisa tetap tersenyum saat hati merasakan sakit.
tapi maafkan jika mataku tak bisa sepakat ~
Pria yang sayang kamu, pasti akan ‘menjemputmu’ dengan ‘kendaraan’nya. Tanpa kamu harus bilang ‘aku sedang menuju hatimu. Jemput aku ya’ terlebih dulu.
Tia Setiawati Priatna (via karenapuisiituindah)
bahkan aku lupa, bagaimana cara tersenyum untuk diriku sendiri ~
jika diperlukan cintaku akan ku sembunyikan , tapi maaf aku tidak bisa menghilangkannya :)
kalau ada yang bertanya sampai kapan aku akan menunggu. mungkin akan kujawab semampu yang aku bisa, semampu yang hatiku mau :’)
ada kalanya hati kecil yang berkuasa dan memegang kendali , bukan pikiran. seperti saat ini :)
ya , hati kecil tidak bisa berbohong. tetap kamu yang ada di tangga teratas hati :)
jika kamu masih belum bisa menjahit luka lama , tolong jangan membuat luka yang baru ~